LUVE LITEE
Hari itu, mungkin menjadi hari yang akan melelahkan bagi tubuhku atau sebaliknya. Aku tak pernah tau bahwa aku akan mendapatkan kebahagiaan hari ini atau tidak. Aku terus berfikir apa yang akan terjadi padaku hari ini? Tak ada yang tahu, bahkan diriku sendiri tak tahu. Aku berjalan menelusuri dedaunan yang jatuh dari pohonnya. Ketika aku sampai di sekolah idaman semua orang itu, aku terpana melihat kemegahannya. Tak tahu mengapa aku dapat berada di sekolah ini, sekolah yang hanya berisikan anak - anak pejabat, sedangkan aku hanya seorang anak pedagan es krim keliling.
Hari - hari kujalani dengan penuh semangat, aku berjalan menelusuri seluruh sudut sekolah dengan menggenggam 4 buah es krim Luve Litee http://eskrimlowfat.com dengan rasa green tea, chocolate, dan raspberry rosella. Ya begini lah aku, aku menimba ilmu sembari menawarkan es krim ini. Pengorbananku ini tak seberapa dengan pengorbanan orang tuaku yang telah membawaku ke sekolah idaman semua orang ini. Bagiku ini pengalaman pertamaku dan dari berjualan es krim ini aku pun mendapat pelajaran yaitu mencari uang itu sangat susah. Aku tak tahu bagaimana Ayahku menjualkannya dengan susah payah. Meski, semua murid di sekolah ini menatapku dengan penuh kehinaan, aku tak pernah sedikit pun merasa malu atau kesal kepada mereka. Aku adalah aku, aku seperti ini adanya.
Lelaki berparas tampan tiba - tiba menghamoiriku. Aku tidak pernah mengenal nya karena aku baru berada di sekolah ini, tetapi aku sering sekali mendengar namanya diperbincangkan oleh sekumpulan wanita - wanita cantik. Entah siapa dia. Ada hal aneh yang selalu hatiku mempertanyakannya, mengapa ia selalu menghampiri wanita seperti aku ini dan ia pun selalu membeli Eskrim LowFat jualanku ini. Hatiku terombang - ambing karena nya. Ada perasaan negatif yang selalu aku rasakan, mungkin dia hanya kasihan kepadaku karena eskrim ku ini tak ada satupun yang membeli. Ada pula perasaan kagum terhadap nya, lelaki yang memiliki paras dan hati yang tampan.
Berbeda dengan wanita - wanita eksis di sekolah ini, mereka selalu menatapku dengan sinis. Aku pun tak tahu mengapa, padahal aku rasa aku tak pernah menyakiti mereka, malah mereka yang selalu menyakitiku. Rasa sabar ini hampir habis. Tetapi, hampir setiap aku ingin meluapkan amarahku kepada wanita - wanita itu, lelaki berparas tampan itu menghampiriku dan menanyakan kesediaan eskrim jualanku itu. Dia selalu berkata bahwa eskrim itu enak dan 100% Non Dairy. Aku tak tahu apa arti dari bahasa asing itu, yang aku tahu mungkin dia memuji eskrim ini. Tetapi, setiap lelaki berparas tampan itu membeli eskrim ku ini, wanita - wanita itu seolah tak ingin melihat aku bahagia dan beruntung. Sungguh aneh tapi nyata.
Entah ada angin apa, lelaki itu tiba - tiba mengajakku untuk pulang bersama dengannya. Aku menolak ajakan itu, karena aku mendengar kabar ternyata salah satu dari sekumpulan wanita - wanita eksis itu menyukai lelaki berparas tampan ini. Pantas saja aku selalu ditatap sinis oleh mereka. Lelaki itu memaksaku, aku tak tahu harus berbuat apa, dan akhirnya aku menerima ajakan nya. Ada perasaan malu karena mungkin rumahku tak semegah rumah nya, dan kendaraanku pun tak semewah kendaraannya. Saat aku turun dari mobil mewah nya itu, dia melambaikan tangannya dan tersenyum sekaligus mengucapkan hati - hati kepadaku. Seketika jantungku berdebar tak tahu mengapa.
Hari - hari telah berlalu, aku rasa aku jatuh cinta kepada lelaki itu, mungkin lelaki itu tidak menyukaiku, karena aku tidak pantas berpacaran dengan lelaki eksis di sekolah idaman ini. Jantungku berdebar selalu saat aku meilhat nya dari kejauhan, apakah dia merasakan hal yang sama sepertiku? Aku tak pernah tahu.
Mungkin ini adalah surga bagiku, sepulang sekolah aku menemukan surat yang tak sengaja aku menginjaknya. Aku membaca seluruh isinya, ternyata surat itu untukku. Surat itu berisi ajakan pertemuan di sebuah Taman Bunga di dekat sekolah. Dalam surat itu, aku harus datang tepat sepulang sekolah. Aku pun menuruti perintah di surat itu, siapa tahu ada seseorang yang memiliki urusan penting denganku.
Bunga, aku melihat berbagai bungan yang indah disana. Di salah satu kursi di Taman Bunga itu, tertera namaku. Aku semakin penasaran dan bingung, ada apa ini? Aku sangat tidak mengerti. Aku hanya duduk saja di kursi itu, mungkin ini hanya kode dari seseorang agar aku tidak salah kursi. Ketika aku sedang menunggu, tangan seseorang seketika menutup kedua mataku, dan membisikanku agar aku berjalan mengikuti nya. Seketika mataku dibuka oleh nya, aku melihat tulisan "Would You Be My Girlfriend?". Ketika aku membalikkan badanku, ternyata tangan seseorang itu adalah tangan lelaki berparas tampan itu. Aku sungguh tak menyangka. Bahkan ia memberikanku pilihan, jika aku menerimanya, aku harus memilih es krim Luve Litee http://eskrimlowfat.com rasa green tea tetapi jika aku tak menerimanya, aku harus memetik salah satu bunga di taman itu. Aku berfikir dan terus berfikir, hingga akhirnya aku memilih eskrim Luve Litee http://eskrimlowfat.com rasa green tea, dan ia pun mengerti apa jawabanku.
Sekolah itu, wanita - wanita eksis itu, dan pangeranku semuanya dipertemukan denganku karena eskrim Luve Litee http://eskrimlowfat.com :)